Pemerintah Selandia Baru Memberlakukan Perpanjangan Lockdown Nasional Sampai Pekan Depan

Jakarta - Mencegah penyebaran varian Delta saat ini menjadi tujuan utama Selandia Baru. Oleh karena itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern memutuskan untuk memperpanjang lockdown skala nasional hingga empat hari ke depan.

Gelombang kasus COVID-19 saat ini mungkin sudah mulai mencapai puncaknya, menurut Jacinda Ardern pada konferensi pers, Jumat (27/8).

"Kita bisa jadi mulai melihat awal dari puncak kasus corona. Tetapi, kewaspadaan masih tetap diperlukan," jelas Ardern.

Ia melanjutkan, usai perpanjangan lockdown ketat, seluruh wilayah Selandia Baru kecuali Kota Auckland dan Northland akan memasuki tingkatan lockdown yang lebih rendah, yakni level 3.

Sebelumnya, sejak tanggal 17 Agustus, lockdown yang diterapkan adalah degree 4 atau tingkatan paling ketat.


Pelonggaran itu akan dimulai pada 1 September mendatang.

Dengan diterapkannya degree 3, usaha-usaha hanya bisa melayani pemesanan secara daring dan pelayanan harus terus dilakukan tanpa kontak langsung.

Layanan dine-in untuk bar dan restoran tetap dilarang. Pengunjung hanya bisa melakukan pembelian untuk takeaway.

Tempat-tempat publik lainnya tetap tutup, dan jumlah orang yang bisa menghadiri upacara pernikahan dan pemakaman hanya dibatasi maksimal 10 orang.

" Ya, Anda mungkin akan bisa memesan makanan, tetapi dalam konteks kebebasan berkegiatan, tidak ada pelonggaran tambahan," jelas Ardern.

Kota Auckland, episentrum dari gelombang varian Delta ini, akan terus menjalani lockdown level 4 hingga setidaknya dua pekan ke depan. Kota terdekat Auckland, Northland, juga terkena imbasnya.

Pada Jumat (27/8), Selandia Baru mengumumkan penambahan kasus sebanyak 70 infeksi. Seluruhnya berlokasi di Kota Auckland. Overall kasus corona sepanjang gelombang kasus kali ini mencapai 347 infeksi.

Lockdown Diperpanjang, Publik Kecewa


Kepala Eksekutif Kamar Dagang di Canterbury Employers, Leeann Watson, mengungkapkan kekecewaannya atas perpanjangan lockdown ini.

"Ketika pemerintah harus mempertimbangkan pengambilan keputusan apa word play here yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat, kenyataannya, lockdown yang sedang berlanjut ini tidak bisa jadi bagian dari masa depan jangka panjang kita semua," tegas Watson.

Sementara seorang pengusaha, Mike Toweel, mengatakan lockdown ini sangat membuat usaha-usaha kecil "patah hati".

"Kita semua adalah stakeholder di dalam perekonomian Selandia Baru," ungkap Toweel.

Pendiri dari LED Show as well as Sign Specialist di Firma VitrineMedia NZ ini mengatakan, dirinya tak bisa kembali ke Selandia Baru karena pembatasan perbatasan yang ketat. Saat ini, ia tengah berada di Kota Sydney, Australia.

Namun, Ardern menegaskan bahwa strategi lockdown ini sangat membantu dalam menyingkirkan varian Delta di komunitas. Strategi eliminasi ini, menurut Ardern, adalah strategi yang benar sembari menunggu semua orang divaksinasi.

"Tujuan kita saat ini adalah untuk memvaksinasi lebih banyak orang dibandingkan dengan negara-negara lainnya di dunia, dan pada laju ini, Selandia Baru berada di posisi yang sangat baik," pungkasnya.

Saat ini, baru 21 persen dari total populasi 5,1 juta orang yang sudah divaksinasi dosis penuh.

Kecepatan vaksinasi Selandia Baru merupakan yang paling lambat di antara negara-negara kaya dunia yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seorang Profesor Asal China Menghajar Perampok yang Mencoba Menodongkan Pistol Kepadanya di Los Angeles

Gadis Remaja di Kebumen di Dirudapaksa Oleh Sang Ayah Karena Ingin Merantau ke Jakarta

Polisi Berhasil Mengamankan 2 Pemuda Pembobol 16 Mesin ATM di Makasar dan Gowa