Ada Sekitar 46 Tenaga Kerja Kesehatan di RSUD Wonosari Gunungkidul yang dinyatakan Positif Covid-19

DIY Puluhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari dinyatakan positif corona. Akibatnya rencana penambahan tempat tidur di RSUD untuk menangani pasien corona ditunda. Pasalnya ketiadaan Sumbar Daya Manusia (SDM) yang akan menangani pasien corona.

Direktur Utama RSUD Wonosari, dr Heru Susilowati mengungkapkan setidaknya sudah ada 46 orang di lingkup RSUD Wonosari dinyatakan positif setelah hasil PCR keluar. Mereka terdiri dari 2 orang dokter umum, 29 perawat, 4 petugas laboratorium dan sisanya petugas penjaminan dan elektromedis.

Sebagian besar dari tenaga kesehatan di RSUD Wonosari menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing. Namun ada yang terpaksa harus dirawat di RSUD Wonosari dan ada yang dirujuk ke rumah sakit lain yang perlengkapan yang lebih memadai.

"Sulit untuk melacak ketularannya dari mana, ada yang justru terpapar dari lingkungan rumah, keluarga," ujar Heru, Jumat (26/6/2021) malam.

Heru mengakui sulit melakukan pelacakan sumber penularan COVID-19 di rumah sakit. Sebab RSUD Wonosari merupakan rumah sakit rujukan utama pasien corona di Gunungkidul. Sehingga resiko terpapar lebih besar dibanding dengan tempat yang lain.

Dengan adanya puluhan tenaga medis RSUD Wonosari yang terpapar tersebut maka pelayanan terhadap pasien memang sedikit terganggu. Program penambahan tempat tidur yang rencananya akan segera dilaksanakan mengingat jumlah pasien COVID-19 terus bertama ternyata harus ditunda.

"Sebenarnya kalau tempat tidur bertambah berarti juga SDMnya ditambah," paparnya.

Dan saat ini, jumlah tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien corona di RSUD Wonosari hanya 50 buah. Sebenarnya pihaknya akan menambah tempat tidur isolasi pasien covid19 sebanyak 12 buah namun urung dilaksanakan.

Sementara untuk pasien non covid karena keterisian (BOR)nya rendah maka akan dimerger terlebih dahulu. Sehingga nantinya layanan rumah sakit lebih efisien mengingat jumlah tenaga medis berkurang cukup banyak.

"Kita harus memaksimalkan SDM yang ada," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengakui penambahan jumlah pasien corona di Gunungkidul memecahkan rekor tertinggi sebelumnya. Karena di hari Jumat kemarin jumlah pasien corona bertambah 242 orang. Sehingga total warga gunungkidul yang terpapar sudah 5.301 orang.

"Yang sembuh 3.469 orang, dalam perawatan 1.611 orang, meninggal 221 orang dan sisanya isolasi mandiri,"terangnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seorang Profesor Asal China Menghajar Perampok yang Mencoba Menodongkan Pistol Kepadanya di Los Angeles

Gadis Remaja di Kebumen di Dirudapaksa Oleh Sang Ayah Karena Ingin Merantau ke Jakarta

Kasus Pengemudi Mobil SUV yang Sengaja Menabrak Parade Natal di Waikesha Amerika Serikat Sudah di Identifikasi Polisi